Pemerintahan

BUKA FGD KLHS, WAKIL BUPATI BERPESAN BAHWA PRINSIP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN HARUS MENJADI DASAR DAN TERINTEGRASI DALAM RENCANA PEMBANGUNAN

Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni, SP membuka Forum Group Discussion Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) demi mengintegrasikan penyusunan dan implementasi Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTK) dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan, Selasa (28/08/2018) di Aula Bappeda.

Kegiatan yang di selenggarakan BAPPEDA Sumba Barat bekerjasama dengan Tim LP2K ITN Malang, tersebut juga dilaksanakan presentasi study arahan pengembangan terkait pemanfaatan kawasan ringroad Kabupaten Sumba Barat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ir. Togi Nainggolan, M.S, Ketua LP2K ITN Malang yang ditemani oleh Dr. Ir. Ibnu Sasongko, M.T, Sudiro, S.T.,M.T., dan tim yang lain dalam pengantarnya mengatakan bahwa kegiatan KLHS ini merupakan salah satu persyaratan untuk yang pengajuan usulan rencana detail tata ruang perkotaan dimana salah satunya harus memiliki Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan oleh karena dinamika perkembangan di Kota Waikabubak demikian cepat maka diperlukan adanya jalan lingkar luar atau Ring Road untuk mengantisipasi perkembangan kota sehingga pemerintah Kabupaten Sumba Barat mengupayakan adanya Ring Road yang menghubungkan wilayah utara selatan dan wilayah timur barat sehingga keterjangkauan pembangunan dalam arti yang lebih luas nanti bisa di rasakan oleh masyarakat.

Dalam penyusunan kebijakan, rencana atau program, KLHS digunakan untuk menyiapkan alternative penyempurnaan kebijakan, rencana dan program agar dampak atau resiko lingkungan yang tidak diharapkan dapat diminimalkan.

Menurut Wakil Bupati Sumba Barat, KLHS dalam evaluasi kebijakan, rencana atau program digunakan untuk mengidentifikasi dan memberikan alternative penyempurnaan kebijakan, rencana atau program yang menimbulkan dampak atau resiko negative terhadap lingkungan.

“Rencana Tata Ruang adalah wujud formal kebijakan, rencana dan program acuan yang mengatur penataan ruang sebuah wilayah tertentu” kata Wabup.

Lebih lanjut Ia mengatakan ada beberapa kewajiban yang belum diselesaikan, pertama Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah yang seharusnya tahun 2016 yang lalu RTRW yang lama sudah direvisi, berikutnya rencana detail tata ruang. Yang sudah ada baru rencana detail tata ruang perkotaan waikabubak sedangkan yang lain belum.

“untuk itu saya ingatkan khususnya kepada BAPPEDA untuk mempersiapkan ini. Oleh karena itu pada hari ini tindak lanjut kita membangun Ring Road kita dipersiapkan juga dengan dokoumen Fisibility Study Ring Road ini akan semakin bagus sesuai dengan rencana awal” lanjut Wabup Toni menjelasakan.

Wakil Bupati juga mengatakan kenapa harus membuat Ring Road karena untuk mengantisipasi perkembangan kedepannya. Hak itu menurutnya karena selama ini yang terjadi pengembangan kota tanpa perencanaan mengantisipasi perkembangan kedepannya.

“saya berharap yang hadir, ada para sarjana, para sarjana teknik dan yang ahli dibidangnya untuk memberikan pemikiran-pemikiran yang konstruktif sehingga dokumen yang dihasilkan nanti benar-benar menjadi dasar kita untuk pengembangan pembangunan, karena dalam undang-undang dan peraturan pemerintah tersebut diamanatkan bahwa Pemerintah Daerah wajib melaksanakan KLHS ke dalam penyusunan RPJMD. Hal ini untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam rencana pembangunan suatu wilayah dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat” pesan Wakil Bupati mengakhiri sambutannya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close