PEMKAB SUMBA BARAT GELAR SOSIALISASI DAN KOORDINASI SURVEI PENYUSUNAN DISAGREGASI PMTB 2018

Waikabubak, humas SB. Investasi menjadi salah satu instrumen yang sangat penting bagi perekonomian suatu negara. Ini sejalan dengan prioritas nasional pemerintah pada 2018 yakni program perbaikan iklim investasi dan penciptaan lapangan kerja. Untuk itu, dibutuhkan data tentang informasi investasi sebagai landasan program pemerintah.

Dalam hal ini, data tersebut sudah dikelompokkan menurut lapangan usaha dan institusi. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah sangat intens melakukan pembangunan infrastruktur. Sehingga dipandang perlu untuk menyusun disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni, Spketika membuka sosialisasi dan rapat koordinasi Survei Disagregasi pada Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) Tahun 2018, di Aula Hotel Pelita Waikabubak (19/04/2018).

Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni, SP mengatakan, kegiatan sosialisasi dan koordinasi Survei Penyusunan Disagregasi PMTB 2018, bahwa investasi fisik merupakan salah satu komponen yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dapat direalisasikan dalam bentuk penambahan PMTB yang sedang di galakkan pemerintah, dan diharapkan mampu memberikan timbal balik yang positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Survei Penyusunan Disagregasi PMTB tahun 2018 bertujuan untuk memperoleh sumber data penyusunan matriks PMTB menurut jenis barang modal lapangan usaha dan jenis barang modal sektor institusi serta data neraca nasional lain terkait investasi,” katanya.

Menurutnya, Para investor membutuhkan peta investasi yang lebih rinci tentang gambaran investasi di Indonesia. Dengan begitu, mereka dapat menyusun rencana investasi yang lebih efektif dan efisien. Apalagi di era perang dagang saat ini.

“Penyusunan disagregasi PMTB memang sangat diperlukan, mengingat PMTB merupakan komponen penyumbang pertumbuhan ekonomi. PMTB memberikan gambaran besaran investasi”. Ungkap Wabup Toni.

kegiatan ini, lebih lanjut menurut Wabup bertujuan untuk menyebarluaskan informasi mengenai pelaksanaan Survei Penyusunan Disagregasi PMTB tahun 2018, dengan harapan semua masyarakat dan instansi terkait memiliki kesadaraan dan berperan aktif mensukseskan penyusunan disagregasi PMTB 2018.

“Kegiatan ini juga akan terciptanya koordinasi yang baik antara BPS Sergai sebagai pelaksana kegiatan, dengan responden yang menjadi sumber data kegiatan ini, sehingga kegiatan ini berlangsung sesuai dengan yang diharapkan dan mewujudkan data statistik yang berkualitas,” pungkasnya.

Dengan tersedianya data PMTB yang rinci, akan membantu Pemerintah mengambil kebijakan dalam meningkatkan iklim investasi dan mempermudah investor untuk berusaha, serta membantu dunia usaha dalam menentukan arah kebijakan usahanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) menjawab kebutuhan data ini dengan menyelenggarakan kegiatan survei penyusunan disagregasi PMTB pada tahun 2018. Nantinya akan dihasilkan data yang lebih rinci tentang penambahan dan pengurangan barang modal menurut jenis aset tetap, sektor institusi, dan lapangan usaha sebagai dasar untuk perumusan berbagai kebijakan dan analisis secara makro maupun mikro. Tidak hanya itu, data ini juga bisa digunakan dalam penyusunan stok kapital pada 2019 mendatang.

Sebelum mengkahiri sambutannya, Wabup Toni mengharapkan peserta yang hadir untuk aktif berdiskusi memberikan saran dan masukan agar kegiatan yang dilaksanakan dapat memberi hasil yang maksimal. Sehingga dengan tersedianya data yang akurat di bidang investasi bisa berpengaruh positif terhadap penciptaan lapangan kerja. Data ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah terhadap berbagai program yang telah dijalankan untuk mempermudah investasi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *